Tanggal:June 23, 2021

PHP Basic #1: Yuk Kenalan dengan Bahasa PHP

Selamat datang di tutorial PHP dasar Belajar PHP Part 1 : Pengenalan PHP. anda yang sudah mulai memasuki tutorial dasar php, kami diasumsikan anda sudah mengetahui tentang HTML dan CSS dasar terlebih dahulu sebelum melompat ke tutorial PHP. untuk tutorial HTML dan CSS dasar nya sendiri bisa anda ikuti di tutorialtutorial edu.bigsourceproject.com. Setelah mempelajarinya pasti anda tahu bahwa HTML di gunakan untuk membuat pondasi pada sebuah website, dan CSS di gunakan untuk men-design halaman website. Maka pada seri tutorial belajar PHP dasar ini anda akan mengenal apa itu PHP dan bagaimana kegunaannya dalam membangun sebuah website yang memiliki halaman statis dan sebagainya. Akan sangat lebih baik jika bahasa pemrograman di pelajari secara bertahap agar mengerti dari tiap dasar dan fungsi nya masing-masing. hal ini dapat mengakibatkan anda menemukan kesulitan dalam mempelajari pemrograman php jika HTML dan CSS dasar belum anda kuasai.

Belajar PHP Part 1 : Pengenalan PHP ini akan di jelaskan tentang pengenalan-pengenalan dari bahasa pemrograman PHP. seperti sejarah pengembangan PHP, penulisan syntax PHP, sifat dari PHP, sktruktur nya dan bagaimana cara menjalankan file PHP. berikut tentang pengenalan dasar bahasa pemrograman PHP.

Pengenalan PHP

PHP adalah singkatan dari Hypertext Prepocessor dan merupakan bahasa pemrograman yang didesain khusus untuk web development atau pengembangan web. PHP memiliki sifat Server-Side. karena PHP dijalankan atau di eksekusi dari sisi server. maksud dijalankan dari sisi server adalah PHP dijalankan pada komputer server dan bukan pada komputer client. PHP dijalankan melalui aplikasi web browser sama halnya seperti HTML. Kebanyakan situs-situs besar dan populer dikembangkan menggunakan PHP. seperti misalnya wordpress, joomla, facebook, twitter, wikipedia dan situs besar lainnya.

Sejarah dan Perkembangan PHP

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrograman yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemerograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Versi terbaru dari bahasa pemograman PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2014 yang kemudian di perbarui lagi dengan versi teranyar yaitu PHP 7 yang di 17 Desember 2015, dan sebentar lagi kita akan kedatangan versi terbaru PHP pada tanggal 26 November 2020 dengan update yang tentunya akan memudahkan kita untuk ngoding.

Fungsi atau Kegunaan PHP

Jika di ibaratkan pada sebuah pondasi bangunan rumah untuk gambaran fungsi atau kegunaan PHP, kita bisa menyebut HTML sebagai tiang-tiang pondasi, atap, lantai dan dinding. di sini kita belum membicarakan tentang warna, bentuk pintu, luas ruangan. misanya jika pondasi, dinding dan struktur bangunan rumah sudah di buat tentu bangunan rumah tersebut masih tampak sangat monoton dan tidak sedap di pandang mata. oleh karena itulah kita menggunakan CSS untuk membuat bentuk dan tampilan rumah tersebut menjadi menarik dan enak di pandang. nah, pada contoh kasus bangunan rumah ini, pasti anda bertanya-tanya PHP di gunakan sebagai apa ? pada contoh kasus bangunan rumah ini PHP di gunakan untuk membuat aturan di dalam rumah tersebut, contohnya membatasi siapa saja yang boleh masuk rumah, siapa yang boleh masuk ruangan tertentu, siapa yang hanya dapat melihat rumah, dan siapa yang dapat menyimpan memasukkan atau membuang barang-barang pada rumah tersebut. jadi intinya PHP berguna untuk membuat aksi pada rumah atau website jika pada contoh nyatanya.

Penulisan Syntax PHP

<?php echo "Belajar Pemrograman PHP di edu.bigsourceproject.com"; ?>

Syntax echo pada contoh di atas memiliki fungsi atau kegunaan sebagai penampil data. adapun output yang di hasilkan pada contoh syntax php di atas adalah tulisan “Belajar Pemrograman PHP di edu.bigsourceproject.com.

Menjalankan PHP pada Localhost

Setelah membaca tutorial di atas tentang cara penulisan syntax PHP. selanjutnya akan di jelaskan juga cara menjalankan syntax PHP pada localhost. apa itu localhost ? bisa di lihat pada tutorial belajar PHP dasar selanjutnya.

Share
Aslam Abdullah

Code Enthusiast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!